Logo Indosia sentris Logo Indosia sentris
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Reading: Kebenaran yang Menjadi Pegangan, Ilmu yang Terus Berjalan
Share
Search
Font ResizerAa
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Heritage
  • Saintek
Search
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Home » Blog » Kebenaran yang Menjadi Pegangan, Ilmu yang Terus Berjalan
Dialektika

Kebenaran yang Menjadi Pegangan, Ilmu yang Terus Berjalan

Basa Alim Tualeka (Obasa)

By admin
Last updated: 11/01/2026
3 Min Read
Share
basa alim tualeka

Indonesiasentris.com | Kehidupan manusia bergerak dalam dinamika pencarian makna dan kebenaran. Dalam filsafat pemikiran ilmiah, kebenaran tidak dipahami sebagai sesuatu yang hadir sekali lalu selesai, melainkan sebagai proses siklik dan berkelanjutan. Ilmu berkembang melalui pengamatan, pengujian, koreksi, dan penyempurnaan. Namun, di tengah proses yang terus bergerak itu, manusia tetap membutuhkan pegangan hidup—kebenaran yang telah matang dan terbukti memberi arah, ketertiban, serta kemaslahatan.

Pada tahap awal, manusia mengenal kebenaran melalui pengalaman empiris sederhana: apa yang dilihat, dirasakan, dan dialami. Kebenaran pada fase ini bersifat sementara dan terbuka untuk diuji. Ilmu kemudian hadir sebagai metode untuk menertibkan pengalaman tersebut melalui rasio, logika, dan pembuktian. Dari sinilah lahir pengetahuan ilmiah yang sistematis.

Seiring waktu, sebagian kebenaran melewati proses panjang pengujian lintas generasi. Ia diuji oleh realitas, dikritik oleh akal sehat, dan dibuktikan manfaatnya dalam kehidupan sosial. Pada titik inilah kebenaran tersebut mencapai apa yang dapat disebut sebagai kesempurnaan fungsional dan etis—bukan sempurna secara mutlak, tetapi cukup matang untuk dijadikan pedoman hidup.

Penting dipahami, menjadikan kebenaran sebagai pegangan hidup tidak berarti mematikan ilmu. Justru sebaliknya. Ilmu empiris tetap bekerja, terus meneliti, dan memperdalam pemahaman terhadap realitas. Bedanya, proses ilmiah ini tidak lagi menggoyahkan nilai dasar, melainkan menyempurnakan cara penerapan nilai tersebut dalam konteks yang terus berubah.

Di sinilah letak keseimbangan akal sehat. Ilmu berperan menjawab pertanyaan bagaimana kehidupan dijalani secara efektif dan efisien. Sementara kebenaran yang telah matang menjawab pertanyaan untuk apa kehidupan diarahkan. Tanpa pegangan nilai, ilmu kehilangan arah dan bisa disalahgunakan. Sebaliknya, tanpa ilmu yang terus berjalan, nilai hidup bisa membeku dan kehilangan relevansi.

Kebenaran yang benar dan sempurna secara nilai berfungsi sebagai kompas moral dan eksistensial. Ia menuntun sikap, keputusan, dan tanggung jawab manusia dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Kebenaran semacam ini tidak mudah goyah oleh perubahan data sesaat, karena telah teruji oleh waktu, pengalaman, dan dampak nyata bagi kemanusiaan.

Dengan demikian, peradaban yang sehat bukanlah peradaban yang meragukan segalanya tanpa pegangan, dan bukan pula peradaban yang membekukan kebenaran hingga menolak pembelajaran. Peradaban yang matang adalah peradaban yang berpegang teguh pada kebenaran yang telah disempurnakan, sambil tetap membuka ruang bagi ilmu untuk belajar, mengkaji, dan memperhalus pemahaman empiris.

Inilah hakikat kemajuan: kebenaran menjadi pegangan hidup, sementara ilmu terus berjalan tanpa henti—saling menguatkan, bukan saling meniadakan.[]

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print

SUBSCRIBE NOW

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]

HOT NEWS

phri dki jakarta

Rakerda PHRI, Ini Imbauan Menteri Lingkungan Hidup untuk Usaha Hotel dan Restoran

LifestylePariwisata
14/06/2025
hukum

Implikasi Asas Odiosa dan Favorabilia dalam Penafsiran Pasal 27A Undang-Undang ITE

Mohamad Sinal ( Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan…

20/02/2026
tower ASN

Update IKN, Sebanyak 27 Tower untuk ASN sudah Kelar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan 27 tower untuk ASN di Ibu…

21/01/2025
rusun ikn

Update IKN, Ketua MPR akan Tinjau Pembangunan IKN

Pemerintah terus melakukan pembangunan di IKN. Dalam waktu dekat Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan…

21/01/2025

YOU MAY ALSO LIKE

Ketika Jaksa Azam Menganggap Korupsi Dibilang ‘Rezeki’

Catatan Cak AT - Ahmadie Thaha

Dialektika
15/07/2025

Larang Sana, Larang Sini

Amerika Serikat (AS), sang penjaga gerbang inovasi, berusaha mengunci pintu rapat-rapat, sementara China, dengan senyum dermawan, justru membuka gerbangnya selebar-lebarnya.

Dialektika
05/02/2025

Glocal Strategy: Mengelola Operasi Global dengan Sentuhan Lokal

Ida Matus Silmi (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang)

Dialektika
22/10/2025

Superpower Baru DPR

Mari kita tepuk tangan sejenak untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kita yang begitu gesit dan inovatif! Berikut catatan Cak AT

Dialektika
05/02/2025

Logo Ikon Indonesia Sentris

Web Syndication:

  • Info Keamanan
  • Destinasi Indonesia
  • Warta Regional
  • Info UMKM
  • Info Halal
  • Inilah Kita
  • Info Pesantren
  • Info Beasiswa
  • Suara Muslim
  • Info Masjid
  • Info Kuliner
  • Info Sehat
  • Info Tekno
  • Seputar Rumah
  • Kota Surabaya
  • Info Bekasi
  • Jasa Publikasi
  • Info Santai
  • About Us
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Seedbacklink
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
Follow US
@2025 | IndonesiaSentris
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?