Logo Indosia sentris Logo Indosia sentris
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Reading: Paradoks Indonesia Emas: Ketika Anggaran Pendidikan Dikurangi demi Program MBG
Share
Search
Font ResizerAa
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Heritage
  • Saintek
Search
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Home » Blog » Paradoks Indonesia Emas: Ketika Anggaran Pendidikan Dikurangi demi Program MBG
Nasional

Paradoks Indonesia Emas: Ketika Anggaran Pendidikan Dikurangi demi Program MBG

Prasetyo Kurniawan,.SE, MM

By admin
Last updated: 01/02/2026
7 Min Read
Share

Indonesiasentris.com | Pengurangan anggaran pendidikan yang dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan polemik serius dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Jika ditinjau dari struktur anggaran nasional, sektor pendidikan justru menjadi salah satu yang paling rendah dibandingkan dengan pembiayaan instansi/lembaga atau program lain. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin Indonesia menargetkan pencapaian SDM unggul pada 2045 dengan slogan Indonesia Emas, sementara anggaran pendidikan justru mengalami pengurangan?

Contents
Dampak Jangka Panjang Pendidikan terhadap SDM:Sinergi Pendidikan dan Program MBG untuk Peningkatan SDM:Prioritas Kebijakan untuk Sinergi Pendidikan dan Gizi dalam Membangun SDM Unggul:

Pencapaian target Indonesia Emas 2045 menuntut perencanaan pembangunan yang konsisten, terukur, dan berorientasi jangka panjang. SDM unggul menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global, kemajuan teknologi, serta persaingan ekonomi internasional. Tanpa dukungan anggaran pendidikan yang memadai, upaya meningkatkan kualitas literasi, numerasi, inovasi, dan daya saing generasi muda akan mengalami hambatan serius. Pendidikan bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan investasi strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional secara menyeluruh.

Dalam konteks ini, pemerintah memegang peran sentral sebagai pengambil kebijakan dan penentu arah pembangunan SDM. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran, termasuk program MBG, disinergikan dengan penguatan sistem pendidikan nasional. Keberpihakan terhadap pendidikan harus tercermin dalam alokasi anggaran yang adil dan proporsional, sehingga pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan beriringan. Dengan kebijakan yang berimbang dan berorientasi masa depan, target Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam kualitas SDM Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dampak Jangka Panjang Pendidikan terhadap SDM:

Tujuan utama pembangunan nasional adalah menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Namun, apabila pendidikan ditempatkan pada posisi yang kurang prioritas, maka kualitas SDM dalam jangka panjang akan terancam. Program MBG memang penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak, tetapi gizi yang baik tanpa diimbangi pendidikan yang berkualitas hanya akan menghasilkan SDM yang sehat secara fisik, namun lemah secara intelektual dan kompetitif.

Dalam jangka panjang, pengabaian terhadap sektor pendidikan akan berdampak langsung pada rendahnya kualitas tenaga kerja nasional. SDM yang tidak dibekali pendidikan yang memadai akan kesulitan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, inovasi industri, dan kebutuhan pasar kerja global. Akibatnya, Indonesia berpotensi mengalami bonus demografi yang tidak optimal, di mana jumlah usia produktif meningkat, tetapi tidak diiringi dengan kualitas kompetensi yang memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, dampak jangka panjang dari lemahnya investasi pendidikan juga berimplikasi pada meningkatnya kesenjangan sosial dan ekonomi. Ketimpangan akses dan mutu pendidikan akan memperlebar jurang antara kelompok masyarakat, memperkuat siklus kemiskinan struktural, serta menurunkan daya saing bangsa di tingkat internasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemenuhan gizi melalui MBG dan penguatan pendidikan menjadi keharusan strategis, agar pembangunan SDM Indonesia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual, inovatif, dan kompetitif di masa depan.

Sinergi Pendidikan dan Program MBG untuk Peningkatan SDM:

Fenomena ini menjadi perhatian lintas kalangan, baik akademisi maupun masyarakat umum. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah seharusnya lebih mengedepankan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan SDM, bukan menempatkannya sebagai sektor yang dapat dikompromikan. Idealnya, kebijakan MBG dan pendidikan tidak dipertentangkan, melainkan berjalan seiring dan saling menguatkan.

Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, pendidikan memiliki peran strategis sebagai instrumen utama pembentuk karakter, pola pikir, dan kapasitas inovasi generasi muda. Tanpa pendidikan yang kuat, kebijakan sosial seperti MBG berisiko menjadi solusi jangka pendek yang tidak mampu menjawab persoalan struktural SDM. Oleh karena itu, pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan anggaran negara, bukan sebagai pelengkap dari program-program populis yang bersifat temporer.

Lebih jauh, sinergi antara pendidikan dan MBG membutuhkan perencanaan kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data. Pemerintah perlu memastikan bahwa pemenuhan gizi benar-benar mendukung proses belajar yang berkualitas, misalnya melalui peningkatan konsentrasi, kesehatan, dan kehadiran siswa di sekolah. Dengan pendekatan yang holistik, kebijakan pendidikan dan MBG tidak hanya berjalan berdampingan, tetapi saling memperkuat dalam membentuk SDM Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.

Prioritas Kebijakan untuk Sinergi Pendidikan dan Gizi dalam Membangun SDM Unggul:

Pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, mulai dari peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, hingga akses pendidikan yang merata. Tanpa investasi serius di sektor ini, visi Indonesia Emas 2045 berpotensi menjadi slogan normatif tanpa landasan nyata. Oleh karena itu, keseimbangan antara pemenuhan gizi dan penguatan pendidikan harus menjadi prioritas kebijakan, agar pertumbuhan dan pengembangan SDM Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan dan optimal.

Pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, mulai dari peningkatan kualitas guru, sarana dan prasarana, hingga pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Investasi yang kuat pada sektor pendidikan akan menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, kreatif, dan mampu berinovasi. Tanpa dukungan ini, upaya mencetak SDM unggul berisiko terhambat, sehingga visi Indonesia Emas 2045 hanya menjadi slogan normatif tanpa implementasi nyata.

Oleh karena itu, keseimbangan antara pemenuhan gizi melalui program MBG dan penguatan pendidikan harus menjadi prioritas utama kebijakan pemerintah. Sinergi yang tepat antara kedua sektor ini akan memastikan bahwa anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan sehat, sekaligus memperoleh pendidikan berkualitas yang mendukung kemampuan berpikir kritis, kompetensi profesional, dan daya saing global. Dengan pendekatan berkelanjutan, pembangunan SDM Indonesia dapat berlangsung optimal dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Kesimpulan Sementara:

1.⁠ ⁠Pengurangan anggaran pendidikan di tengah visi Indonesia Emas 2045 merupakan paradoks kebijakan yang berpotensi melemahkan pembangunan SDM:-

Pendidikan sebagai investasi jangka panjang seharusnya menjadi prioritas utama negara, karena tanpa dukungan anggaran yang memadai, peningkatan kualitas SDM unggul dan berdaya saing global akan sulit diwujudkan.

2.⁠ ⁠Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan kesiapan belajar anak, namun tidak dapat menggantikan fungsi strategis pendidikan:-

Pemenuhan gizi dan penguatan pendidikan harus berjalan secara sinergis, sebab gizi yang baik tanpa pendidikan berkualitas hanya menghasilkan SDM yang sehat secara fisik, tetapi lemah secara intelektual dan kompetitif.

3.⁠ ⁠Keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada komitmen pemerintah dalam merumuskan kebijakan anggaran yang berimbang, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan:-

Sinergi kebijakan pendidikan dan MBG yang terintegrasi dan berbasis data menjadi kunci dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

TAGGED:anggaran pendidikanmbg

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print

SUBSCRIBE NOW

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]

HOT NEWS

phri dki jakarta

Rakerda PHRI, Ini Imbauan Menteri Lingkungan Hidup untuk Usaha Hotel dan Restoran

LifestylePariwisata
14/06/2025

Paradoks Indonesia Emas: Ketika Anggaran Pendidikan Dikurangi demi Program MBG

Prasetyo Kurniawan,.SE, MM

01/02/2026
tower ASN

Update IKN, Sebanyak 27 Tower untuk ASN sudah Kelar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan 27 tower untuk ASN di Ibu…

21/01/2025
rusun ikn

Update IKN, Ketua MPR akan Tinjau Pembangunan IKN

Pemerintah terus melakukan pembangunan di IKN. Dalam waktu dekat Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan…

21/01/2025

YOU MAY ALSO LIKE

Kenapa Drama Korea Digemari Milenial dan Gen Z?

Kenapa Drama Korea Digemari Milenial dan Gen Z? Ada yang bilang drama Korea itu cuma buat yang baperan. Inii ulasannya

Nasional
28/07/2025

QurbanIZIaja, Inovasi Qurban Olahan untuk Warga Pedalaman dan Gaza

INDONESIASENTRIS.COM | Jakarta--Tahun 2025 menjadi momentum Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) memperkenalkan kembali semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha. Lewat…

Nasional
06/05/2025

Makan Bergizi Gratis Butuh Dana Tambahan 100 Triliun, Dari Mana Duitnya?

Pemerintah mulai memetakan sumber-sumber dana yang berpotensi untuk menambah anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nasional
26/01/2025

Prabowo Buka Peluang Swasta di Proyek Infrastruktur

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterbukaan pemerintah dalam keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Nasional
13/06/2025

Logo Ikon Indonesia Sentris

Web Syndication:

  • Info Keamanan
  • Destinasi Indonesia
  • Warta Regional
  • Info UMKM
  • Info Halal
  • Inilah Kita
  • Info Pesantren
  • Info Beasiswa
  • Suara Muslim
  • Info Masjid
  • Info Kuliner
  • Info Sehat
  • Info Tekno
  • Seputar Rumah
  • Kota Surabaya
  • Info Bekasi
  • Jasa Publikasi
  • Info Santai
  • About Us
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Home
  • Nasional
  • Regional
  • Heritage
  • Lifestyle
    • Pariwisata
  • Saintek
  • Ekonomi
Seedbacklink
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
Follow US
@2025 | IndonesiaSentris
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?