Indonesiasentris.com | Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan di lingkungan sosial. Hal ini juga yang dilakukan oleh tim mahasiswa Universitas Pamulang pada Minggu, 31 Agustus 2025, di Yayasan Pendidikan Tajaul Karomatu, Pagedangan, Tangerang. Fokus kegiatan ini adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat melalui sinergi antara pemasaran dan pengelolaan keuangan yang profesional.
Yayasan Pendidikan Tajaul Karomatu yang telah berdiri sejak tahun 1951 merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki peran penting di masyarakat. Meski demikian, berdasarkan hasil observasi, ditemukan adanya perbedaan persepsi masyarakat. Di satu sisi, yayasan dinilai memiliki citra positif melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Namun di sisi lain, transparansi pengelolaan keuangan masih menjadi perhatian bagi sebagian masyarakat.
Kepercayaan masyarakat sendiri merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah yayasan pendidikan. Tidak hanya soal kualitas layanan pendidikan, tetapi juga menyangkut integritas, transparansi, dan konsistensi dalam pengelolaan lembaga. Dalam konteks ini, pemasaran dan keuangan tidak bisa lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah, melainkan harus berjalan beriringan.
Dari sisi pemasaran, tim PKM melakukan pendampingan dalam pengelolaan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Konten yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga menonjolkan aktivitas pembelajaran, profil tenaga pendidik, serta testimoni wali murid. Hasilnya cukup signifikan, di mana terjadi peningkatan interaksi audiens hingga sekitar 40% dalam satu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang tepat mampu meningkatkan visibilitas dan daya tarik yayasan di mata masyarakat.
Sementara itu, pada aspek pengelolaan keuangan, tim memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan yang sederhana namun transparan. Laporan kas masuk dan keluar mulai disusun secara rutin dan dipublikasikan melalui papan pengumuman serta grup komunikasi wali murid. Langkah ini membuat informasi keuangan lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.
Dampak dari kedua upaya tersebut terlihat jelas. Berdasarkan hasil kuesioner, sekitar 85% responden menyatakan bahwa yayasan kini lebih transparan dan profesional dibanding sebelumnya. Bahkan, beberapa donatur menunjukkan peningkatan kepercayaan dengan kesediaan untuk terus mendukung kegiatan yayasan.
Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemasaran dan pengelolaan keuangan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik. Pemasaran berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang membangun citra dan kedekatan emosional dengan masyarakat, sedangkan pengelolaan keuangan yang transparan menjadi bukti nyata integritas lembaga.
Lebih jauh lagi, kepercayaan yang terbentuk tidak hanya berdampak pada citra, tetapi juga pada keberlanjutan yayasan itu sendiri. Dengan meningkatnya kepercayaan, partisipasi masyarakat baik dalam bentuk dukungan moral, finansial, maupun keikutsertaan dalam program pendidikan juga ikut meningkat.
Ke depan, yayasan disarankan untuk menjaga konsistensi dalam publikasi laporan keuangan serta mengelola media sosial secara lebih terstruktur. Selain itu, pembentukan tim khusus yang mengintegrasikan fungsi pemasaran dan keuangan dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan sinergi ini berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan masyarakat bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari proses yang terintegrasi antara komunikasi yang baik dan tata kelola yang transparan. Sinergi pemasaran dan pengelolaan keuangan menjadi kunci utama dalam menciptakan fondasi kepercayaan yang kuat bagi lembaga pendidikan berbasis masyarakat.[]
Kelompok: Amanda Rizkyani Adiputri, Hanifah Septiani Ika Putri, Muhammad Ponco (Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang)