Indonesia Sentris | Perkembangan bisnis yang semakin ketat memerlukan generasi muda, terutama siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memiliki keterampilan kewirausahaan yang mumpuni, termasuk kemampuan dalam mengelola keuangan usaha. Namun, masih banyak pelaku usaha kecil dan siswa yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pencatatan keuangan dan menyusun laporan laba rugi dengan cara yang sederhana. Kondisi ini menyebabkan para pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memahami posisi keuangan, keuntungan, dan kerugian yang dihasilkan dari usahanya. Oleh sebab itu, pelatihan tentang pencatatan keuangan dan analisis laporan laba rugi untuk usaha Keripik Pisang Lumer diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan siswa SMK Yapri Jakarta.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya pencatatan transaksi keuangan, pembuatan laporan laba rugi, serta menumbuhkan semangat wirausaha siswa melalui pengalaman langsung dalam pengelolaan usaha. Teknik yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup penyampaian materi, praktik pencatatan transaksi, pembuatan laporan laba rugi, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha, mampu menyusun laporan laba rugi sederhana, dan memiliki semangat yang lebih tinggi untuk berwirausaha. Dengan demikian, pelatihan ini dapat diakui sebagai salah satu metode pembelajaran berbasis praktik yang efektif dalam mempersiapkan siswa SMK untuk menjadi individu yang mandiri dan siap menghadapi tantangan di dunia bisnis.
Kata Kunci: Pencatatan Keuangan, Laporan Laba Rugi, Kewirausahaan, Keripik Pisang Lumer, Siswa SMK.
Pendahuluan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memainkan peranan krusial dalam mempersiapkan siswa untuk memiliki keterampilan profesional dan jiwa wirausaha. Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh calon pengusaha adalah keterampilan dalam mengelola keuangan usaha. Pencatatan keuangan yang rapi dapat membantu para pelaku usaha memahami situasi usaha, mengawasi pengeluaran, dan mengetahui apakah mereka mendapatkan laba atau kerugian.
Namun, faktanya masih banyak usaha kecil yang tidak melakukan pencatatan keuangan dengan rutin. Situasi ini mengakibatkan para pengusaha mengalami kesulitan dalam menilai kemajuan bisnis dan membuat keputusan yang tepat. Masalah yang sama juga ditemukan pada siswa SMK yang memiliki ketertarikan dalam berwirausaha, tetapi belum mengerti cara menyusun laporan keuangan basic.

Usaha Keripik Pisang Lumer dipilih sebagai sarana pembelajaran karena memiliki potensi bisnis yang cukup signifikan, investasi yang tergolong kecil, dan dapat dengan mudah dijalankan oleh para siswa. Melalui program pelatihan ini, diharapkan siswa bisa memahami pentingnya manajemen keuangan dan menerapkannya dalam aktivitas bisnis.
Permasalahan serupa juga ditemukan pada siswa SMK yang memiliki minat berwirausaha. Meskipun telah memperoleh teori mengenai kewirausahaan di sekolah, sebagian besar siswa masih belum mampu mengaplikasikan konsep pencatatan keuangan dalam kegiatan usaha secara nyata. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pelatihan yang dapat memberikan pengalaman praktik secara langsung mengenai pengelolaan keuangan usaha.
Usaha Keripik Pisang Lumer dipilih sebagai media pembelajaran karena merupakan salah satu jenis usaha makanan ringan yang mudah dijalankan, memiliki modal yang relatif kecil, bahan baku yang mudah diperoleh, serta memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan. Melalui pelatihan pencatatan keuangan dan analisis laba rugi, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya pengelolaan keuangan serta memiliki kemampuan dalam merencanakan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Tinjauan Pustaka
- Pencatatan Keuangan
Pencatatan keuangan merupakan proses pengumpulan dan pencatatan seluruh transaksi yang terjadi dalam suatu usaha secara sistematis dan teratur. Pencatatan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan usaha sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Pencatatan keuangan yang baik dapat membantu pelaku usaha mengetahui jumlah pendapatan, biaya operasional, laba, maupun kerugian yang diperoleh selama periode tertentu.
- Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban yang terjadi dalam suatu periode tertentu sehingga dapat diketahui apakah usaha memperoleh laba atau mengalami kerugian. Laporan laba rugi merupakan salah satu laporan keuangan yang paling penting bagi usaha kecil karena dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja usaha dan menentukan strategi bisnis di masa mendatang
Rumus dasar laporan laba rugi:
Laba Bersih = Pendapatan – Beban Operasional
Jika pendapatan lebih besar daripada beban, maka usaha memperoleh laba. Sebaliknya, jika beban lebih besar daripada pendapatan, maka usaha mengalami kerugian.
- Jiwa Kewirausahaan
Jiwa kewirausahaan merupakan kemampuan seseorang dalam menciptakan peluang usaha, mengambil risiko, memiliki kreativitas dan inovasi, serta mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan usaha. Pendidikan kewirausahaan di SMK bertujuan membentuk lulusan yang mandiri, produktif, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Tujuan Kegiatan
Pelatihan ini memiliki sasaran untuk:
- Meningkatkan sejauh mana siswa memahami pentingnya pencatatan keuangan.
- Melatih siswa dalam pembuatan laporan laba rugi yang sederhana.
- Mengasah keterampilan dalam mengelola keuangan usaha.
- Menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian pada diri siswa.
- Memberikan siswa kemampuan dasar untuk mengelola usaha secara profesional.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMK Yapri Jakarta dengan peserta siswa yang memiliki minat terhadap bidang kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi:
1. Penyampaian Materi
Siswa diberikan pengetahuan tentang pentingnya pencatatan keuangan, berbagai jenis transaksi, dan cara penyusunan laporan laba rugi.
2. Praktik Pencatatan Keuangan
Siswa melakukan pencatatan untuk transaksi usaha Keripik Pisang Lumer, termasuk pembelian bahan baku, biaya produksi, serta hasil penjualan.
3. Analisis Laba Rugi
Siswa melakukan perhitungan terhadap pendapatan dan biaya untuk menentukan laba atau kerugian yang diperoleh.
4. Evaluasi dan Diskusi
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi guna menilai pemahaman siswa setelah mengikuti pelatihan.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil pelatihan, diketahui bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan sebagian besar siswa belum memahami pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha. Mereka juga belum mampu menghitung laba dan rugi secara tepat.
Setelah mengikuti pelatihan, siswa mampu:
- Mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran usaha.Menyusun laporan laba rugi sederhana.
- Menghitung keuntungan usaha secara mandiri.
- Memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
- Meningkatkan motivasi untuk berwirausaha.
| keterangan | Jumlah |
| Peenjualan | Rp. 3.000.000 |
| Biaya Bahan baku | Rp. 1.200.000 |
| Biaya kemasan | Rp. 300.000 |
| Biaya operasional | Rp. 500.000 |
| Total Biaya | Rp. 2.000.000 |
| Laba Bersih | Rp. 1.000.000 |
Contoh laporan laba rugi usaha keripik pisang lumer.
Dari hasil perhitungan tersebut, siswa memahami bahwa keuntungan diperoleh setelah seluruh biaya dikurangi dari pendapatan yang diterima. Pemahaman ini membantu siswa lebih bijak dalam mengelola usaha dan merencanakan pengembangan bisnis di masa depan.
Kesimpulan
Pelatihan pencatatan keuangan dan analisis laba rugi pada usaha Keripik Pisang Lumer terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK Yapri Jakarta dalam mengelola keuangan usaha. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam bidang akuntansi sederhana, tetapi juga memperkuat jiwa kewirausahaan siswa melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam menjalankan usaha.
Daftar Pustaka
Dewi, R. S., Syahriyah, Y., & Ramadansyah, A. (2025). Edukasi Literasi Keuangan dan Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Siswa-Siswi SMK. Journal of Innovation and Sustainable Empowerment.
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment (JISE)
Khodijah, S., & Sitha, N. S. (2025). Pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Excel Bagi Pelaku UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak
Siregar, D. L. (2020). Pelatihan Menyusun Laporan Laba-Rugi Usaha untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM di Tanjung Piayu Kota Batam. Jurnal Pengabdian Barelang.
Jurnal Pengabdian Barelang
Dewi, R. S., Arifin, M., & Mu’arifin, H. (2025). Penyuluhan dan Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan Berbasis Excel untuk Meningkatkan Financial Target UMKM. Journal of Human and Education (JAHE).
Journal of Human and Education (JAHE)