Logo Indosia sentris Logo Indosia sentris
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Reading: Pajak Picu Rakyat Bergolak
Share
Font ResizerAa
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Heritage
  • Saintek
Search
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Home » Blog » Pajak Picu Rakyat Bergolak
Dialektika

Pajak Picu Rakyat Bergolak

Catatan Cak Ahmadie Thaha  

By admin
Last updated: 18/08/2025
6 Min Read
Share

Indonesiasentris.com | Pagi itu di Kota Cirebon, Kang Falah — pensiunan guru yang hidup damai bersama pohon mangga di halaman — mendadak pucat pasi. Di tangannya, selembar surat tagihan Pajak Bumi dan Bangunan. Angkanya tidak lagi enam jutaan seperti tahun-tahun lalu.

Kali ini tertulis Rp 63 juta. Kang Falah mengucek mata, takut salah baca. Mungkin ini nota cicilan kapal pesiar atau tagihan hotel bintang lima di Dubai. Tapi tidak, ini PBB rumahnya sendiri, rumah yang gentingnya lebih tua dari walikotanya.

Ternyata, Kang Falah bukan satu-satunya. Fenomena ini menyebar seperti wabah fiskal. Di Pati, kenaikan PBB mencapai 250%, di Jombang, Jeneponto, Solo, dan Semarang 400%, Bone dan Malang 300%, Banyuwangi “lebih sopan” hanya 20%.

Kenaikan pajak bumi dan bangunan di Cirebon malah menembus sampai 1.000%. Kalau ini bukan kenaikan, namanya teleportasi tarif pajak. Dan ini barulah data yang terkuak; bisa jadi 90% daerah di Indonesia sedang memainkan nada yang sama.

Dampaknya tidak sekadar angka di kertas. Di Pati, protes berubah menjadi demonstrasi besar, korban berjatuhan. Di Jombang, kantor Pemda digeruduk massa. Rakyat Cirebon sudah panas dipicu demo besar rakyat Pati yang berhasil menggoyahg kursi bupatinya.

Bupati Jombang, Warsubi, lebih terbuka menyebut sumber masalah. Ia mengakui bahwa kenaikan itu bukan kemauan sendiri, melainkan hasil rekomendasi pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kemenkeu, bahkan dengan ancaman sanksi jika kepala daerah menolak.

Jadi kepala-kepala daerah di sini ibarat operator pompa bensin. Mereka menunggu sinyal pusat, lalu memutar tuas. Hanya saja, masalahnya, yang naik bukan harga BBM, melainkan harga bertahan hidup di rumah sendiri.

Sejarah dunia, termasuk Indonesia, mencatat bahwa pajak yang mencekik hampir selalu menjadi titik awal gejolak rakyat. Kebijakan pajak yang menekan rakyat kerap menjadi sumbu pemberontakan, dari Revolusi Amerika hingga Perang Diponegoro dan pemberontakan Banten.

Pada masa VOC dan Hindia Belanda, pajak tanah dan hasil bumi memicu Perang Diponegoro (1825–1830) yang menelan ratusan ribu korban. Di Banten, 1888, pajak kepala dan kerja paksa menyalakan pemberontakan petani. Di Aceh, pajak upeti menjadi bara yang mengobarkan perang panjang melawan Belanda.

Bahkan, Boston Tea Party (1773) di Amerika Serikat memicu Revolusi AS hanya gara-gara pajak teh. Pemberontakan Petani di Inggris (1381) meletus karena pajak kepala yang memberatkan. Polanya tak berubah: ketika negara menjadikan rakyat sapi perah fiskal, rakyat akhirnya memilih menjadi banteng perlawanan.

Ibnu Khaldun, sejarawan dan filsuf Muslim terkemuka, pada abad ke-14 telah menulis siklus ini dalam kitab karyanya, al_Muqaddimah. Ia menarik teori bahwa di awal berdirinya negara, pajak masih rendah, ekonomi bergairah, rakyat pun makmur.

Namun seiring waktu, penguasa mulai memanjakan diri dengan proyek-proyek raksasa, membengkakkan anggaran, dan mencari dana cepat lewat pengenaan pajak tinggi pada rakyat. Semua hal dikenakan pajak, demi pemasukan negara.

Akibatnya, kata Ibnu Khaldun, rakyat enggan berusaha, produksi merosot, dan penerimaan negara pun ikut runtuh. Akhir cerita: negara goyah dan runtuh. Dalam bahasa sederhana: pajak tinggi memang bisa memberi uang cepat, tapi sama seperti overdosis kopi — awalnya segar, akhirnya jantung berhenti.

Ironisnya, di negeri kita kali ini, kenaikan pajak ini beriringan dengan proyek mercusuar: MBG Rp 300 triliun, IKN Rp 1.400 triliun, Giant Sea Wall Rp 1.200 triliun, Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Rp 800 triliun, hingga pembelian jet tempur Kaan dan robot anjing Polri.

Semua terdengar mewah, tapi tagihannya jatuh di meja rakyat, termasuk meja makan keluarga yang penghasilannya habis sebelum akhir bulan. Tanah tempat tinggal yang sebetulnya bukan properti produktif dikenakan pajak dengan kenaikan ribuan persen.

Pemerintah seharusnya tahu membedakan antara must have dan nice to have. Rumah rakyat itu kebutuhan, bukan kemewahan. Pemiliknya bisa saja lansia yang tak lagi berpenghasilan, atau keluarga yang bahkan menunggak listrik. Memajaki mereka sampai puluhan juta setahun sama saja meminta bayi membayar cicilan pesawat tempur.

Dalam pandangan syariat, ada garis terang antara pungutan yang adil dan yang zalim. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya pelaku atau pemungut pajak (yang zalim) berada di neraka,” sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud.

Negara maupun petugas pemungut pajak, menurut hadits tadi, punya beban ancaman masuk neraka. Ini bukan sekadar ancaman ukhrawi, tapi penegasan bahwa pajak yang menindas rakyat adalah bentuk kezaliman yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

Ketika rumah sederhana yang tidak menghasilkan sepeser pun keuntungan tiba-tiba dikenai PBB puluhan juta, wajar jika rakyat merasa diperlakukan bukan sebagai warga negara, melainkan ladang perahan. Dan kezaliman seperti itu, dalam sejarah maupun dalam ajaran agama, hanya punya satu akhir: perlawanan.

Keadilan fiskal bukanlah utopia. Negara bisa memungut pajak dengan cara yang tidak melukai: pajak progresif berdasarkan kemampuan riil, bukan sekadar luas tanah; penghentian proyek mercusuar yang hanya memanjakan ego kekuasaan.

Lebih penting lagi, seperti digagas Anies Baswedan, pembebasan pajak bagi kelompok tertentu. Sebab, memeras rakyat demi membiayai mimpi-mimpi raksasa hanyalah cara tercepat untuk mengulang bab kelam sejarah — bab tentang saat rakyat berkata, “Cukup.”

 

TAGGED:demo patipajak bumi dan bangunanpajak naik

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print

HOT NEWS

Edukasi Manajemen Keuangan Membentuk Karakter Hemat dan Cerdas Finansial pada Remaja 

Dialektika
15/07/2026
top up mobile

Top Up Mobile Legends Terbaik untuk Pengalaman Bermain Maksimal

Indonesia Sentris | Bagi para penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), memiliki diamond bukan sekadar…

19/07/2026
Wamenkomdigi Nezar Patria di Yogyakarta

Lulusan Pascasarjana UGM Didorong Tingkatkan Kompetensi Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengimbau kepada lulusan pascasarjana untuk meningkatkan kompetensi…

27/06/2026
phri dki jakarta

Rakerda PHRI, Ini Imbauan Menteri Lingkungan Hidup untuk Usaha Hotel dan Restoran

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-V.

27/06/2026
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya

Presiden Prabowo akan Lantik 270 Kepala Daerah Terpilih pada 6 Februari 2025

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengumumkan bahwa sekitar 270 kepala daerah terpilih hasil…

27/01/2025
fadli zon di masjid banten

Menbud Dorong Situs Kesultanan Banten Jadi Cagar Budaya Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong kawasan Banten Lama sebagai kawasan bekas berdirinya Kesultanan Banten menjadi…

27/06/2026

Fadli Zon Angkat Hasjim sebagai Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi mengangkat Hasjim Djojohadikusumo sebagai Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar…

27/06/2026
perumahan rakyat

Program 3 Juta Rumah, Menteri BUMN Komitmen Dukung Program Pembiayaan KPR

Erick Thohir, menyatakan komitmen untuk mendukung pembiayaan penyaluran perumahan dalam rangka menyukseskan program 3 juta…

21/01/2025
rusun ikn

Update IKN, Ketua MPR akan Tinjau Pembangunan IKN

Pemerintah terus melakukan pembangunan di IKN. Dalam waktu dekat Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan…

21/01/2025
tower ASN

Update IKN, Sebanyak 27 Tower untuk ASN sudah Kelar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan 27 tower untuk ASN di Ibu…

21/01/2025

YOU MAY ALSO LIKE

Fenomena Strategi Bisnis di Era Digital dalam Perspektif Manajemen Strategik

Indonesia Sentris | Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Saat ini, perusahaan tidak…

Dialektika
17/06/2026

Indonesia Darurat Bencana: Antara Takdir dan Kelalaian

Muhamad Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Insitut Umul Quro Al Islami Bogor)

Dialektika
24/12/2025

Komunikasi Sebagai Aset Strategis sebuah Perusahaan Sukses  

Rafi Julian Nugroho & Septian Nur Hidayatulloh ( Mahasiswa Universitas Pamulang)

Dialektika
27/11/2025

UAH Merapat ke Prabowo, Bawa Si Opung dan Si Cepot

Di tengah era digital yang penuh clickbait, pidato Ustadz Adi Hidayat (UAH) selengkapnya berikut ini tidak dibuat untuk menyenangkan algoritma,…

Dialektika
24/04/2025

Logo Ikon Indonesia Sentris

Web Syndication:

  • Info Keamanan
  • Destinasi Indonesia
  • Warta Regional
  • Info UMKM
  • Info Halal
  • Inilah Kita
  • Info Pesantren
  • Info Beasiswa
  • Suara Muslim
  • Info Masjid
  • Info Kuliner
  • Info Sehat
  • Info Tekno
  • Seputar Rumah
  • Kota Surabaya
  • Info Bekasi
  • Jasa Publikasi
  • Info Santai
  • Info Bisnis
  • About Us
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Seedbacklink
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
Follow US
@2025 | IndonesiaSentris
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?