Logo Indosia sentris Logo Indosia sentris
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Reading: Perilaku Keuangan: Saat Psikologi Lebih Berpengaruh daripada Logika dalam Investasi
Share
Font ResizerAa
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
  • Nasional
  • Pariwisata
  • Heritage
  • Saintek
Search
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Home » Blog » Perilaku Keuangan: Saat Psikologi Lebih Berpengaruh daripada Logika dalam Investasi
Ekonomi

Perilaku Keuangan: Saat Psikologi Lebih Berpengaruh daripada Logika dalam Investasi

By admin
Last updated: 26/06/2026
5 Min Read
Share
investasi keuangan

Indonesia Sentris | Investasi sering dianggap sebagai aktivitas yang didasarkan pada perhitungan rasional, analisis risiko, dan potensi keuntungan. Namun, dalam praktiknya banyak keputusan investasi justru dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti rasa takut, terlalu percaya diri, atau mengikuti tindakan orang lain. Kondisi inilah yang menjadi fokus kajian behavioral finance atau perilaku keuangan.

Contents
Mengapa Psikologi Berpengaruh dalam Investasi?Empat Perilaku Utama dalam Behavioral FinanceBias yang Sering Menjebak InvestorPentingnya Menyeimbangkan Emosi dan Analisis

Behavioral finance merupakan cabang ilmu yang mempelajari pengaruh psikologi terhadap keputusan keuangan. Teori ini menjelaskan bahwa investor tidak selalu bertindak rasional sebagaimana diasumsikan dalam teori keuangan tradisional. Emosi dan perilaku sering kali memengaruhi keputusan investasi, sehingga dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Fenomena seperti kepanikan saat harga saham turun, euforia ketika pasar sedang naik, hingga kecenderungan mengikuti mayoritas merupakan contoh nyata pengaruh psikologis dalam dunia investasi. Oleh karena itu, memahami perilaku keuangan menjadi penting agar investor mampu mengendalikan emosi dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Mengapa Psikologi Berpengaruh dalam Investasi?

Saat seseorang berinvestasi, keputusan yang diambil tidak hanya dipengaruhi oleh data dan informasi keuangan. Faktor psikologis seperti keyakinan diri, pengalaman masa lalu, lingkungan sosial, dan kondisi emosional juga ikut menentukan pilihan investasi. Oleh karena itu, behavioral finance tidak hanya mempelajari aspek keuangan, tetapi juga memanfaatkan konsep psikologi dan sosiologi untuk memahami perilaku investor.

Sebagai contoh, ketika sebuah produk di supermarket mengalami diskon 20 persen, banyak orang tertarik untuk membeli karena menganggapnya lebih murah. Namun saat harga saham yang dimiliki turun 20 persen, sebagian besar investor justru panik dan ingin menjual saham tersebut. Perbedaan respons ini menunjukkan bahwa manusia cenderung lebih takut terhadap kerugian dibandingkan mengejar keuntungan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai loss aversion.

Empat Perilaku Utama dalam Behavioral Finance

Para ahli mengidentifikasi beberapa perilaku yang sering muncul dalam keputusan investasi.

  1. Mental Accounting, yaitu kecenderungan seseorang mengelompokkan uang berdasarkan tujuan tertentu sehingga memengaruhi cara mereka mengelola dan menginvestasikannya.
  2. Herd Behavior, yaitu perilaku mengikuti mayoritas tanpa melakukan analisis sendiri. Banyak investor membeli atau menjual saham hanya karena orang lain melakukan hal yang sama.
  3. Anchoring, yaitu kecenderungan menjadikan satu informasi sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan, meskipun informasi tersebut belum tentu relevan.
  4. High Self-Rating, yaitu kondisi ketika seseorang menilai kemampuan dirinya terlalu tinggi dibandingkan kenyataan yang ada.

Keempat perilaku tersebut menunjukkan bahwa psikologi memiliki peran besar dalam menentukan keputusan keuangan. Namun, keputusan yang hanya didasarkan pada emosi tanpa dukungan data dan analisis yang memadai dapat berisiko menimbulkan kerugian.

Bias yang Sering Menjebak Investor

Dalam behavioral finance dikenal berbagai bentuk bias yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Pada bias kognitif, investor sering mengambil keputusan terlalu cepat berdasarkan pengalaman masa lalu, hanya mencari informasi yang mendukung pendapatnya, atau merasa memiliki kendali penuh atas hasil investasi yang dilakukan.

Sementara itu, bias emosional muncul ketika keputusan investasi lebih banyak dipengaruhi oleh perasaan daripada data. Beberapa contohnya adalah:

  1. Overconfidence Bias, yaitu rasa percaya diri yang berlebihan.
  2. Loss Aversion Bias, yaitu rasa takut rugi yang terlalu besar.
  3. Status Quo Bias, yaitu enggan melakukan perubahan meskipun diperlukan.
  4. Greed Bias, yaitu keinginan memperoleh keuntungan besar tanpa mempertimbangkan risiko.

Bias-bias tersebut dapat menyebabkan investor mengabaikan fakta penting, mengambil keputusan yang tidak objektif, dan akhirnya mengalami kerugian.

Pentingnya Menyeimbangkan Emosi dan Analisis

Para ahli menekankan bahwa behavioral finance bukan berarti mengabaikan logika dan data. Sebaliknya, faktor psikologis seharusnya menjadi pelengkap bagi analisis fundamental dan teknikal dalam investasi. Investor perlu memahami risiko, melakukan diversifikasi aset, serta menjaga keseimbangan portofolio agar keputusan yang diambil lebih terukur.

Pengalaman runtuhnya perusahaan teknologi seperti CISCO saat gelembung dot-com pada awal tahun 2000 menjadi pelajaran penting. Banyak investor terlalu percaya diri terhadap pertumbuhan sektor teknologi tanpa melakukan analisis yang mendalam. Akibatnya, ketika pasar mengalami koreksi, kerugian besar pun tidak dapat dihindari.

Nama Penulis:

  1. Alifa Nawa Subhan
  2. Cantika Marsya
  3. Eka Julia Veronica
  4. Ira Elfariani
  5. Meva Dwi Yanti
  6. Riesma Putri Melantie

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang

Dosen Pengampu : Kartika Sari Dewi S.E.,M.M

TAGGED:artikel mahasiswainvestasiinvestor

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print

HOT NEWS

top up mobile

Top Up Mobile Legends Terbaik untuk Pengalaman Bermain Maksimal

Saintek
19/07/2026
top up mobile

Top Up Mobile Legends Terbaik untuk Pengalaman Bermain Maksimal

Indonesia Sentris | Bagi para penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), memiliki diamond bukan sekadar…

19/07/2026
Wamenkomdigi Nezar Patria di Yogyakarta

Lulusan Pascasarjana UGM Didorong Tingkatkan Kompetensi Digital

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengimbau kepada lulusan pascasarjana untuk meningkatkan kompetensi…

27/06/2026
phri dki jakarta

Rakerda PHRI, Ini Imbauan Menteri Lingkungan Hidup untuk Usaha Hotel dan Restoran

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-V.

27/06/2026
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya

Presiden Prabowo akan Lantik 270 Kepala Daerah Terpilih pada 6 Februari 2025

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengumumkan bahwa sekitar 270 kepala daerah terpilih hasil…

27/01/2025
fadli zon di masjid banten

Menbud Dorong Situs Kesultanan Banten Jadi Cagar Budaya Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong kawasan Banten Lama sebagai kawasan bekas berdirinya Kesultanan Banten menjadi…

27/06/2026

Fadli Zon Angkat Hasjim sebagai Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi mengangkat Hasjim Djojohadikusumo sebagai Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar…

27/06/2026
perumahan rakyat

Program 3 Juta Rumah, Menteri BUMN Komitmen Dukung Program Pembiayaan KPR

Erick Thohir, menyatakan komitmen untuk mendukung pembiayaan penyaluran perumahan dalam rangka menyukseskan program 3 juta…

21/01/2025
rusun ikn

Update IKN, Ketua MPR akan Tinjau Pembangunan IKN

Pemerintah terus melakukan pembangunan di IKN. Dalam waktu dekat Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan…

21/01/2025
tower ASN

Update IKN, Sebanyak 27 Tower untuk ASN sudah Kelar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan 27 tower untuk ASN di Ibu…

21/01/2025

YOU MAY ALSO LIKE

IZI Raih Penghargaan di Baznas Awards 2025 Kategori LAZ Nasional Pengentasan Kemiskinan Terbaik

Indonesiasentris.com | Jakarta – Dalam ajang BAZNAS Awards 2025, Alhamdulillah Laznas IZI kembali mendapat penghargaan. Kali ini iZI terpilih mendapatkan penghargaan…

Ekonomi
28/08/2025

Fenomena Merger & Akuisisi yang Mengubah Wajah Bisnis Indonesia 2025

Indonesiasentris.com | Strategi korporasi era digital kini tidak lagi hanya berbicara soal rencana jangka panjang di atas kertas. Di tengah…

EkonomiUncategorized
14/06/2026

Durian Parigi Siap Merajai Ekspor Dunia, Apa yang Khas?

Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, menjadi salah satu penghasil durian terbaik di Indonesia

Ekonomi
18/02/2025

Peran Komunikasi Efektif sebagai Katalisator Kinerja Karyawan di Perusahaan Modern

Angger Nugroho Eko Heriyanto dan Muhammad Richael Siregar (Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang)

Dialektika
08/12/2025

Logo Ikon Indonesia Sentris

Web Syndication:

  • Info Keamanan
  • Destinasi Indonesia
  • Warta Regional
  • Info UMKM
  • Info Halal
  • Inilah Kita
  • Info Pesantren
  • Info Beasiswa
  • Suara Muslim
  • Info Masjid
  • Info Kuliner
  • Info Sehat
  • Info Tekno
  • Seputar Rumah
  • Kota Surabaya
  • Info Bekasi
  • Jasa Publikasi
  • Info Santai
  • Info Bisnis
  • About Us
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Artikel
Seedbacklink
Indonesia SentrisIndonesia Sentris
Follow US
@2025 | IndonesiaSentris
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?