Indonesiasentris.com | Tamsil Linrung telah melampaui batas-batas aktivis pejuang, politisi dan pengusaha. Dengan tradisi gerakan dakwah dan pendekatan akhlak yang humanis dan egaliter. Tamsil Linrung telah menjadi row model pemimpin dengan kemanusiaan, keadaban dan kenegaraan yang memang semakin langka dan susah ditemukan di republik ini.
Belum lama ini penulis berkesempatan ikut menuangkan guratan ekspresi dalam bentuk ‘speak up’ pada penerbitan buku Warisan Hikmah Tamsil Linrung: Islam untuk Kemanusiaan, Keadaban dan Kenegaraan, hasil besutan Nunu A Hamiwijaya. Rasanya, bukan sekadar pengakuan kemampuan untuk membuat sepatah dua patah kata. Seketika membatin, seorang Tamsil Linrung telah menunjukkan perhatian, kepedulian, dan empati yang dalam kepada seorang penulis yang notabene asal-asalan dan sejatinya miskin literasi yang juga bukan siapa-siapa, dari kalangan pinggiran, dan tanpa status sosial yang memadai.
Penulis pun terpacu semangat dan semakin termotivasi, ketika membaca dummy buku tersebut, setelah mengetahui keragaman pendidikan, struktur sosial dan pengabdian seorang Tamsil Linrung yang menggugah sekaligus menjadi inspirasi.
Penulis yang belum lama kenal dan dekat, merasakan langsung bagaimana Tamsil Linrung begitu hangat dan terbuka dalam interaksi dan bercengkerama dengan siapapun. Termasuk pertemuan dan perkenalan yang relatif singkat, penulis merasakan tak hanya berwibawa dan kharismatik, Tamsil Linrung juga peka dan ringan tangan terhadap kesulitan banyak orang. Kedermawanannya menjadi salah satu karakteristik yang menonjol sekaligus menguatkan kesolehan sosialnya.
Perlakuan Tamsil Linrung, mengingatkan kenangan pada Taufiq Kiemas (alm) suami Megawati Soekarno Putri, yang banyak mengarahkan, membimbing dan mendukung penulis secara sosial, politik dan ekonomi. Taufiq Kiemas dan Tamsil Linrung, keduanya memiliki kemiripan, merupakan figur pemimpin kebangsaan yang moderat, egaliter dan humanis. Negara bangsa ini selayaknya memiliki pemimpin bercorak mental dan jiwa seperti keduanya. Satu hal yang istimewa dan membanggakan, baik Taufiq Kiemas dan Tamsil Linrung sama-sama konsern pada dunia pendidikan, termasuk membantu beasiswa para pelajar, aktifis dan pegiat sosial serta entitas marginal lainnya.
Tamsil Linrung, tidak hanya menjadi seorang pemimpin yang matang dan malang melintang dalam panggung politik nasional. Tidak hanya mumpuni di dunia usaha dan sebagai politisi. Tamsil Linrung juga tak kalah hebatnya dalam dunia dakwah. Mantan Ketua HMI MPO itu juga menjadikan politik sebagai gerakan syiar dengan mengedepankan prinsip-prinsip akhlakul karimah. Dengan spirit religi yang kuat ditunjang dengan pengalaman di legislatif dan senator serta mengelola dunia usaha dan pendidikan, membuat Tamsil Linrung menjadi figur pemimpin kebangsaan dan keagamaan yang kuat di masa mendatang. Terlebih kekinian, saat negara dan bangsa ini terus terdegradasi dan larut dalam krisis multidimensi.
Lewat semua kiprahnya, Tamsil Linrung memang nyata sebagai pemimpin yang memanusiakan manusia. Juga tak kalah pentingnya, dengan keteladanannya Tamsil Linrung menjadi sedikit dan langka dari seorang pemimpin yang mampu menghidupkan keagamaan dalam kebangsaan dan kebangsaan dalam keagamaan.
Selamat atas terbitnya buku Warisan Hikmah Tamsil Linrung: Islam untuk Kemanusiaan, Keadaban, dan Kenegaraan. Terimakasih juga yang dengan kebersihan jiwa dan ketulusan, tak segan dan tak sungkan memberikan tempat yang layak dan terhormat bagi siapapun orang jelata dan tak berpunya, termasuk penulis.
Tamsil Linrung satu ungkapan yang pantas untuk menyebutnya, maa syaa Allah, barakallah. Tetap semangat berjuang dan Istiqomah, karena sesungguhnya Tamsil Linrung itu seorang sahabat, orang tua dan guru bagi bukan saja penulis, tapi bagi semua anak bangsa.
Bekasi Kota Patriot.
5 Dzulqaidah 1447 H/23 April 2026.