Indonesia Sentris | Bogor — Universitas Islam Bogor (UIB) resmi membuka pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Pembukaan dilakukan oleh Camat Pamijahan dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKM dari berbagai program studi.
Mengusung semangat #BERGERAKSEREMPAKBERDAMPAK, KKM UIB diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan akademik lapangan, tetapi juga sebagai gerakan kolaboratif antara kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan.
Koordinator KKM UIB, Dr. Ujang Buchori Muslim, S.Ag., M.E.Sy., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kuliah Kerja Mahasiswa adalah laboratorium kehidupan. Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kecerdasan sosial, mampu berkomunikasi, berkolaborasi, memimpin, memahami kebutuhan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Melalui semangat #BERGERAKSEREMPAKBERDAMPAK, kami ingin membangun generasi yang berilmu, berakhlak, inovatif, dan siap mengabdi kepada bangsa.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa KKM tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah masyarakat.
Mahasiswa Didorong Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Desa
Dr. Buchori menjelaskan bahwa program KKM UIB dirancang untuk mendukung berbagai program pembangunan di tingkat desa dan kecamatan. Mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, peningkatan literasi digital, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan desa saat ini yang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas masyarakat.
Sementara itu, Camat Pamijahan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIB menjadikan wilayah Pamijahan sebagai lokasi pelaksanaan KKM. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan dapat membantu mendukung program prioritas daerah, seperti peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan generasi muda, peningkatan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, transformasi digital, serta penguatan karakter dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
Fokus pada Desa Berdaya dan Nilai Keagamaan Moderat
Tema KKM UIB Tahun Akademik 2026/2027 adalah: “Mewujudkan Desa Berdaya melalui Pendidikan, Ketahanan Pangan, dan Penguatan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen UIB untuk mendorong desa yang mandiri melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat, serta pembangunan karakter masyarakat yang religius, moderat, dan berdaya saing.
Selama masa KKM, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat bersama pemerintah desa dan para pemangku kepentingan setempat. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, setiap program diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi warga.
KKM sebagai Pendidikan Kepemimpinan Sosial
Bagi dunia pendidikan tinggi, KKM memiliki fungsi penting sebagai pendidikan kepemimpinan sosial. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa belajar memahami persoalan riil, menyusun solusi bersama warga, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan.
UIB menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
KKM juga dipandang sebagai wahana strategis untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, bekerja bersama masyarakat, serta menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Melalui pembukaan KKM 2026/2027 ini, Universitas Islam Bogor kembali menegaskan keyakinannya bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Semangat #BERGERAKSEREMPAKBERDAMPAK diharapkan menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pengabdian yang berkualitas dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.[]